Minggu, 16 November 2014

Kepada Hujan... dari Tanah (yang dulu) kering

Senyumku tak bisa terbendung... 
Aku senang kau datang, walaupun terlambat...
Walau keyakinanku sempat ditertawakan oleh burung, rumput bahkan ranting kering, 
aku tak ambil pusing..

Tahu kah kau... rinduku tak terhitung...
Tahukah kau.. rinduku tak terbatas.... iklas..

Terimakasih ....
Untuk sejuk yang tercipta setelah panas 
Untuk liuk pelangi ketika kau berlalu
dan rekahan yang perlahan terobati

Ku tahu ini akan berlalu... 
semua tahu....
ketika saat itu tiba... akan ada alasan untuk merindukanmu
lagi.....


Tidak ada komentar: